Sulawesi Utara – Potretindonesiaterkini.id
Ibadah pemberkatan nikah antara Junli Momongan dan Irene Laoh
berlangsung dengan penuh hikmat dan sukacita, Sabtu (11/4/2026), bertempat di Hotel Kendis Trans-Sulawesi, Dusun 2, Desa Lalow.
Mempelai perempuan, Irene Laoh, merupakan putri dari Pdt. Jemfri Laoh dan Ibu Jeine Wowor. Dan mempelai laki-laki, Junli Momongan, adalah putra dari Rulan Weli Robot dan Anike Selvi Massie.
Ibadah kudus ini dipandu oleh Master Ceremony sekaligus pemimpin pujian adalah Pdt. Mariani Sitorus, S.Pd.K., S.Th.
Pujian membawa jemaat dalam suasana penyembahan dan ucapan syukur kepada Tuhan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Doni Abraham Sompotan, S.T., M.A., dengan dasar Firman Tuhan Kitab Kejadian 2:23:
“Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku…”
Dalam khotbahnya, Pdt. Doni menegaskan bahwa pernikahan adalah rancangan ilahi sejak semula, di mana laki-laki dan perempuan dipersatukan bukan hanya secara lahiriah, tetapi dalam kesatuan yang utuh—roh, jiwa, dan tubuh. Ia juga menekankan bahwa suami dan istri dipanggil untuk saling menerima, menghargai, dan mengasihi sebagai bagian dari dirinya sendiri.
Selain itu, diingatkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan, melainkan komitmen untuk setia dalam segala keadaan. Kasih dalam rumah tangga harus dibangun di atas dasar kasih Kristus—kasih yang rela berkorban, mengampuni, dan tetap setia.
Turut hadir dan memberikan sambutan, Sangadi Desa Lalow, Stendri Kastilong, S.Si., yang mewakili pemerintah Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar keluarga baru ini dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.
Sementara itu, sambutan mewakili kedua mempelai serta ucapan terima kasih disampaikan oleh Jemmy Pando, yang mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan serta apresiasi kepada seluruh tamu undangan, keluarga, dan pelayan Tuhan yang telah mengambil bagian dalam ibadah pemberkatan tersebut.
Ibadah pemberkatan nikah ini menjadi momen yang penuh makna, sebagai awal perjalanan rumah tangga baru bagi kedua mempelai dalam penyertaan dan berkat Tuhan.
Dilaporkan oleh J.Laoh
Biro Sulut
Editor : Endharmoko













