Pasangkayu – Potretindonesiaterkini.id
Pencegahan terhadap penyebaran penyakit malaria mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu bergerak cepat. Bersama Puskesmas Pasangkayu 2, tim kesehatan turun langsung ke masyarakat melakukan penyelidikan epidemiologi di Lingkungan Lumbung Merta, Kelurahan Martajaya, dan Desa Ako.
Kegiatan ini dilakukan untuk menelusuri sumber penularan malaria sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Selain pemeriksaan dan pemantauan kesehatan, warga juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan serta melindungi diri dari gigitan nyamuk penyebab malaria.
Tim yang turun langsung ke lapangan dipimpin oleh dr. Imran selaku Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Pasangkayu, didampingi Andi Eva sebagai Kasi P2M, Carolin selaku Pengelola Program Malaria Kabupaten, serta Anjas Trianggo Susilo Utomo, S.Farm., Apt selaku Kepala Puskesmas Pasangkayu 2.
Kegiatan tersebut juga didukung oleh tenaga kesehatan lainnya, yaitu Hasnah, S.Kep., Ns selaku Pengelola Program Malaria Puskesmas Pasangkayu 2, Hijrah dari tim surveilans, serta Ruslan, S.Kep., Ns.
Dalam kunjungan tersebut, petugas kesehatan tidak hanya melakukan penyelidikan epidemiologi, tetapi juga membagikan kelambu anti nyamuk kepada warga sebagai langkah nyata pencegahan malaria.
Kelambu tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat saat tidur malam, karena gigitan nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria umumnya terjadi pada malam hari. Dengan penggunaan kelambu, risiko penularan penyakit ini dapat ditekan secara signifikan.
Petugas kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala malaria seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, serta tubuh terasa lemah. Jika mengalami gejala tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Selain itu, pihak Puskesmas Pasangkayu 2 juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu dan Dinas Kesehatan wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini penting mengingat sebagian wilayah yang terdampak berada di daerah perbatasan administrasi, di mana mobilitas masyarakat antarwilayah cukup tinggi sehingga berpotensi mempengaruhi penyebaran malaria.
Di tengah upaya penanganan tersebut, kabar baik datang dari seorang warga Desa Ako bernama Supomo, yang sebelumnya dirawat karena malaria di RSUD Ako Pasangkayu.
Setelah menjalani perawatan selama satu minggu, Supomo akhirnya diperbolehkan pulang oleh tim medis karena kondisinya telah berangsur membaik.
Supomo mengaku sangat bersyukur atas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan bantuan kelambu yang dibagikan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada tenaga kesehatan yang sudah merawat saya dan juga kepada pemerintah yang sudah membantu masyarakat dengan kelambu. Ini sangat membantu kami untuk mencegah malaria,” ungkapnya.
Melalui kegiatan penyelidikan epidemiologi ini, pemerintah berharap upaya pengendalian malaria di wilayah Pasangkayu dan sekitarnya dapat semakin diperkuat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk penyebab malaria.
Upaya bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam memutus rantai penularan malaria di wilayah perbatasan tersebut.
Dilaporkan oleh Effendy Laoh
Biro Sulbar
Editor : Endharmoko

















