Penulis :Endharmoko
Frida Magdalena, yang akrab disapa Ida, adalah seorang wartawati perempuan berdarah Borneo, Dayak Ngaju. Lahir pada 29 September 1977, perjalanan hidupnya selama 49 tahun diwarnai oleh dunia jurnalistik, organisasi, pelayanan, serta komitmen untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kalimantan Tengah.
Di dunia jurnalistik, kiprah Ida tidak hanya berlangsung di balik meja redaksi. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif turun ke lapangan. Sebanyak 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah telah dikunjunginya, antara lain dalam berbagai kegiatan media trip.
Perjalanan tersebut mempertemukannya dengan beragam persoalan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga dinamika pembangunan di berbagai wilayah Kalteng.
Perempuan di Balik Dunia Media
Ida merupakan salah seorang pemilik www.klikkalteng.com�, pendiri www.potretindonesiaterkini.id�, serta terlibat dalam pengembangan media online dan cetak REPORTERNEWS.
Sebagai insan pers, ia membangun komunikasi yang baik dengan berbagai kepala daerah dan pejabat di Kalimantan Tengah. Hubungan tersebut tidak semata-mata ditempatkan dalam hubungan profesional antara media dan pemerintah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Namun, kedekatan dengan para pemangku kebijakan tidak membuatnya kehilangan karakter sebagai wartawati.
Ida dikenal tidak segan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada narasumber untuk memperoleh penjelasan dan konfirmasi. Dalam situasi doorstop ketika para wartawan berkerumun mengejar pernyataan pejabat, sosoknya yang bertubuh mungil kerap seolah tenggelam di tengah kerumunan.
Tetapi ketika kesempatan bertanya tiba, suaranya tetap terdengar.
Di situlah karakter jurnalistik Ida terlihat: tubuh boleh mungil, tetapi keberanian bertanya tidak boleh kecil.
Lima Tahun Menjaga PEWARNA INDONESIA Kalteng
Perjalanan Ida dalam organisasi pers juga menjadi bagian penting dari kehidupannya.
Selama 2021–2026, ia dipercaya memimpin PEWARNA INDONESIA Pengurus Daerah Kalimantan Tengah sebagai Ketua. Lima tahun kepemimpinan tersebut bukan perjalanan yang selalu mudah.
Bersama Darity Hildan, selaku Sekretaris PEWARNA INDONESIA PD Kalteng, Ida berupaya menjaga soliditas pengurus sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Konsistensinya terlihat dari kehadirannya dalam berbagai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PEWARNA INDONESIA yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Pulau Jawa, termasuk Bali, Yogyakarta, Jepara dan Lumajang.
Bagi Ida, hadir dalam Rakernas bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Ia selalu berusaha membawa serta pengurus dari Kalteng. Tidak sedikitnya enam pengurus PD Kalteng turut hadir dalam berbagai kegiatan nasional tersebut.
Ada satu hal yang selalu dibawanya: identitas Kalimantan Tengah.
Dalam berbagai kesempatan, kontingen Kalteng menampilkan busana adat Dayak, kesenian dan tarian Dayak, bahkan memperkenalkan produk serta oleh-oleh khas Dayak melalui stand yang dibuka dalam kegiatan nasional.
Karena itu, kehadiran Ida di forum nasional bukan hanya sebagai Ketua PD PEWARNA INDONESIA Kalteng.
Ia juga tampil sebagai duta budaya dan wajah Kalimantan Tengah.
Menjadi Tuan Rumah Rakernas 2025
Salah satu catatan penting dalam kepemimpinannya adalah ketika Kalimantan Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas PEWARNA INDONESIA 2025.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, kemudian ditutup di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, menjadi momentum penting bagi PEWARNA INDONESIA PD Kalteng untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat jejaring organisasi.
Pelaksanaan API dan Rakernas 2025 tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Bagi Ida, keberhasilan itu bukan hasil kerja seorang ketua seorang diri. Ada pengurus, anggota, pemerintah daerah, mitra, serta berbagai pihak yang ikut mengambil bagian.
Ketika Satu Periode Berakhir
Memasuki akhir masa kepemimpinannya pada 2026, Ida memilih menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pengurus dan anggota PEWARNA INDONESIA mengenai keberlanjutan kepemimpinannya.
Namun, dukungan dari tingkat pusat tetap datang.
Dalam suasana santai Rapimnas PEWARNA INDONESIA di Cipanas, Februari 2026, Ketua Umum PEWARNA INDONESIA Yusuf Mujiono bahkan menyampaikan harapan agar Ida kembali memimpin.
“Satu periode lagi aja, Bu Ketua.”
Kalimat sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan Ida selama memimpin PD PEWARNA INDONESIA Kalteng meninggalkan catatan tersendiri dalam organisasi.
49 Tahun: Terus Berkarya dan Melayani
Pada 29 September 2026, Frida Magdalena genap berusia 49 tahun.
Usia tersebut tidak membuat langkahnya berhenti. Justru menjadi babak baru untuk terus berkarya dalam dunia jurnalistik, organisasi dan pelayanan.
Ia juga turut memberikan dukungan terhadap kehadiran Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) di Kalimantan Tengah, sebagai bagian dari keterlibatannya dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Di balik aktivitasnya sebagai wartawati dan penggerak organisasi, Ida menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal bagi tiga anak. Perjalanan tersebut tentu membawa tanggung jawab besar. Namun, berbagai tantangan kehidupan telah dilaluinya dengan keteguhan.
Bagi Ida, hidup bukan sekadar tentang pencapaian.
Berkarya dan melayani adalah jalan panggilan Tuhan.
Jurnalistik menjadi ruang baginya untuk menyuarakan informasi. Organisasi menjadi tempat untuk membangun kebersamaan. Kebudayaan menjadi identitas yang terus dibawanya. Dan pelayanan menjadi bagian dari pengabdian yang ingin terus dijalankannya.
Frida Magdalena dalam Satu Kalimat
“Perempuan Dayak Ngaju yang bertubuh mungil, tetapi memiliki keberanian besar untuk bertanya, berkarya, memimpin, membawa nama Kalimantan Tengah, dan menjadikan jurnalistik serta pelayanan sebagai bagian dari panggilan hidupnya.”
Selamat Ulang Tahun ke-49, Frida Magdalena (Ida). (29 September 1977 – 29 September 2026)
Terus berkarya, terus melayani, dan terus menjadi berkat bagi keluarga, dunia pers, masyarakat, Kalimantan Tengah, bangsa dan negara.













