Kalumpang – Potretindonesiaterkini.id
Jemaat GSJA Calvari Makkaringgi, Dusun Makkaringgi, Desa Makkaliki, menggelar rangkaian Ibadah Ucapan Syukur Tahunan pada 27–28 Juni 2026 dengan penuh sukacita dan semangat iman. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh seluruh jemaat, mulai dari orang tua, pemuda-pemudi, hingga anak-anak.
Rangkaian ibadah dimulai pada Sabtu malam dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat. Keesokan harinya, Minggu pagi, jemaat kembali berkumpul dalam Ibadah Raya Ucapan Syukur yang dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Pada Minggu malam, kegiatan dilanjutkan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilayani oleh Pdt. Effendy Laoh, S.Th.
Dalam pelayanan firman Tuhan, Pdt. Effendy Laoh mengajak jemaat untuk tetap setia dan bersandar kepada Tuhan dalam segala keadaan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi kuasa dan kasih Tuhan untuk dinyatakan dalam kehidupan umat-Nya.
“Tuhan tidak melihat seberapa besar fasilitas yang kita miliki, tetapi seberapa besar hati kita mengasihi dan melayani-Nya. Di tempat yang sederhana sekalipun, hadirat Tuhan sanggup memenuhi dan memberkati umat-Nya,” ungkap Pdt. Effendy dalam khotbahnya.
Antusiasme jemaat terlihat sepanjang rangkaian ibadah. Meskipun berada di dusun kecil yang jauh dari keramaian, tanpa jaringan telekomunikasi dan dengan keterbatasan listrik, jemaat tetap hadir dengan semangat yang luar biasa. Kondisi medan yang harus ditempuh melalui jalan setapak yang terjal serta perbukitan tidak mengurangi kerinduan mereka untuk bersekutu dan beribadah kepada Tuhan.
Gembala Sidang GSJA Calvari Makkaringgi, Pdt. Erick Kristanto, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang terus nyata dalam pelayanan di pedalaman. Ia mengapresiasi kesetiaan jemaat yang tetap bertumbuh dalam iman meskipun menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan akses.
Menurutnya, ibadah ucapan syukur tahunan ini menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persekutuan, serta mengingat kembali kebaikan Tuhan yang tidak pernah berhenti menyertai jemaat-Nya.
“Walaupun kami berada di daerah yang jauh dari pusat kota dan tanpa jaringan komunikasi, kasih karunia Tuhan tetap nyata. Kami bersyukur melihat jemaat tetap setia beribadah dan bertumbuh dalam iman. Di dusun ini sebenarnya sudah ada penerangan yang bersumber dari turbin air, namun karena kondisi medan yang naik turun serta jaringan yang cukup jauh, aliran listrik sering mengalami gangguan dan tidak stabil. Karena itu, setiap kali mengadakan ibadah, khususnya pada malam hari, kami harus menggunakan genset atau generator agar kegiatan ibadah dapat berjalan dengan baik,” ujar Pdt. Erick Kristanto.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi bukti bahwa Injil tetap hidup dan bertumbuh hingga ke pelosok negeri. Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses, semangat jemaat GSJA Calvari Makkaringgi menjadi kesaksian bahwa kasih Kristus mampu menerangi setiap sudut pedalaman.
“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yohanes 1:5). Firman ini nyata terlihat dalam kehidupan jemaat di Makkaringgi yang tetap setia beribadah dan melayani Tuhan di tengah segala keterbatasan yang ada.
Ibadah Ucapan Syukur Tahunan ini menjadi momen yang menguatkan iman jemaat sekaligus menjadi kesaksian bahwa pelayanan Tuhan tetap berjalan dan menghasilkan buah. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi pedalaman yang menantang, jemaat GSJA Calvari Makkaringgi terus menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan serta semangat beribadah yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Perayaan ucapan syukur tersebut juga menjadi pengingat bahwa kasih dan penyertaan Tuhan tidak dibatasi oleh jarak maupun kondisi geografis. Bahkan di wilayah pedalaman yang hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak dan medan pegunungan yang menantang, iman jemaat tetap bertumbuh dan menjadi terang bagi sesama.
Fen Laoh













