Generasi akhir zaman adalah generasi yang dahsyat! Kita tidak hidup di zaman yang biasa-biasa saja. Ini adalah zaman penentuan! Akhir zaman adalah medan peperangan rohani yang besar, tempat iman diuji, kesetiaan ditimbang, dan hati manusia disaring.

Di zaman ini Tuhan sedang memanggil umat-Nya untuk berdiri, bukan untuk tidur.
Ini adalah zaman pemisahan, ketika yang sungguh-sungguh akan semakin menyala, dan yang suam-suam akan semakin terlihat. Ini adalah zaman penentuan akhir bagi umat Tuhan, saat setiap orang harus memilih: berdiri bagi kebenaran atau tenggelam dalam arus dunia.
Dan lebih dari itu, ini adalah zaman ketika Tuhan sedang memeriksa pasukan-Nya.
Tuhan sedang melihat:
Siapa yang masih setia,
Siapa yang masih menjaga kekudusan,
Siapa yang masih mau berdiri di garis depan peperangan rohani.
Sebab Tuhan tidak sedang mencari kerumunan…
Tuhan sedang mencari prajurit!
Prajurit yang tidak mundur,
prajurit yang tidak kompromi,
prajurit yang tetap berdiri walaupun dunia semakin gelap.
Sebab di tengah kegelapan akhir zaman ini, Tuhan sedang membangkitkan generasi yang menyala, generasi yang murni, dan generasi yang siap dipakai-Nya untuk memenangkan jiwa-jiwa sebelum kedatangan-Nya.
KEMEROSOTAN GEREJA AKHIR ZAMAN !!!!
Banyak orang tidak lagi merasa bersalah ketika hari-harinya berlalu tanpa doa, tanpa firman, tanpa persekutuan yang hidup dengan Tuhan. Mereka tetap merasa diri rohani karena masih berada dalam lingkungan gereja. Tetapi jiwa mereka perlahan mengering, dan mereka bahkan tidak menyadari bahwa api di dalam hatinya sudah hampir padam.
Yang paling menakutkan bukanlah dosa besar yang terlihat, tetapi kekeringan rohani yang dianggap normal.
Ketika hati tidak lagi haus akan Tuhan, manusia akan mulai merasa nyaman hidup tanpa hadirat-Nya.
Firman menjadi sekadar suara yang lewat di telinga, bukan lagi pedang yang menembus hati. Mari kita melihat dengan kacamata kebenaran firman Tuhan,apa yang terjadi atas orang percaya..di akhir zaman ini. Dan kita perlu mewaspadainya.
kondisi ini terjadi,dan sering kita temui bahkan alami..
Hal ini merupakan gejala yang terjadi di dalam gereja,atas anak-anak Tuhan,para pelaynan-pelayan Tuhan. kita sedang ada dalam kondisi yang berbahaya!!
Bagaimana kita mendeteksi bahwa kita dalam bahaya itu..?? Apakah sementara sedang bertumbuh,berakar dan buah seperti yang Yesus ingini atau malah sebaliknya,kita sedang MEROSOT!!
Mendeteksi kemerosotan rohani sangat penting, karena kemerosotan biasanya terjadi perlahan dan hampir tidak disadari.
Alkitab memberi beberapa tanda yang dapat menjadi alarm rohani bagi seseorang;
1. Hilangnya rasa lapar dan haus akan Tuhan. Tanda pertama biasanya adalah berkurangnya kerinduan kepada Tuhan. Doa menjadi jarang, membaca firman terasa berat, dan mencari Tuhan tidak lagi menjadi kebutuhan hati.
Padahal firman berkata:
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran.” — Injil Matius 5:6
Jika rasa lapar itu mulai hilang, itu sering menjadi tanda awal kemerosotan.
2.Firman tidak lagi menegur hati.
Ketika seseorang mulai merosot, firman Tuhan masih didengar tetapi tidak lagi menembus hati. Teguran firman terasa biasa saja.
Firman Tuhan memperingatkan:
“Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua.” — Surat Ibrani 4:12 Jika hati tidak lagi tersentuh oleh firman, bisa jadi hati mulai mengeras.
3. Nurani mulai tumpul terhadap dosa.
Kemerosotan juga terlihat ketika seseorang mulai menoleransi dosa kecil dan menganggapnya wajar. Alkitab menggambarkan kondisi ini:
“Perasaan mereka telah tumpul.” — Surat Efesus 4:19. Pada tahap ini orang tidak langsung jatuh besar, tetapi kompromi kecil mulai diterima.
4. Kehidupan rohani menjadi rutinitas.
Ibadah tetap dilakukan, pelayanan tetap berjalan, tetapi tidak ada lagi api kerinduan kepada Tuhan. Tuhan pernah menegur keadaan seperti ini:
“Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” — Kitab Wahyu 2:4
Ini menggambarkan aktivitas rohani tanpa cinta yang hidup kepada Tuhan.
5. Hati tidak lagi peka terhadap suara Tuhan. Seseorang yang merosot rohani sering kali tidak lagi peka terhadap tuntunan Tuhan.
Firman Tuhan berkata:
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.” — Surat Ibrani 3:15 Ketika hati mulai keras, suara Tuhan tidak lagi didengar dengan serius.
PERHATIKAN DAN DENGARKAN DG SEKSAMA!!
Ketika umat Tuhan mulai menganggap kemerosotan sebagai sesuatu yang biasa. sehingga kepekaan roh dan suara nurani menjadi tumpul. Inilah tahap yang sangat berbahaya, karena dosa tidak lagi terasa sebagai dosa.
Realita yang sedang terjadi. Pada awalnya, ketika seseorang jatuh dalam kompromi, hati masih gelisah. Roh Kudus menegur, nurani berbicara. Tetapi jika teguran itu terus diabaikan, maka perlahan terjadi proses: hati menjadi terbiasa, nurani menjadi tumpul, dosa mulai dianggap wajar, kemerosotan menjadi budaya.
Akhirnya orang tidak lagi merasa bersalah, bahkan mulai membenarkan apa yang salah.
Alkitab sudah menggambarkan kondisi ini dengan sangat jelas:
“Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu.”
Surat Efesus 4:19
“Kemerosotan rohani jarang dimulai dengan meninggalkan Tuhan secara tiba-tiba, tetapi dimulai ketika hati perlahan berhenti mencari Tuhan.”
2 Timotius 3:5 (TB) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
2 Timotius 3:5 (TSI3.4) Memang, di depan orang mereka berlagak saleh, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh ingin mengenal Allah ataupun diubahkan oleh kuasa-Nya! Jauhkanlah dirimu dari orang-orang seperti itu.
“Strategi paling halus dari kegelapan bukan menjauhkan orang dari gereja, tetapi membuat mereka tetap di gereja tanpa mencari Tuhan.”
“Ibadah tanpa hadirat Tuhan adalah agama tanpa kehidupan.”
“Yang paling berbahaya bukan gereja kosong, tetapi gereja yang penuh manusia namun kosong dari hadirat Tuhan.”
Bayangkan sebuah generasi yang masih datang ke rumah Tuhan…
bangunan gereja masih berdiri…
lagu-lagu masih dinyanyikan…
mimbar masih digunakan…
Tetapi sesuatu yang paling penting telah hilang. Hati manusia tidak lagi lapar akan Tuhan. Mereka datang… tetapi tidak mencari. Mereka mendengar… tetapi tidak mendengarkan. Mereka beribadah… tetapi tidak merindukan hadirat Tuhan.
Dan inilah tragedi rohani yang paling sunyi:
gereja masih ramai, tetapi jiwa manusia sedang kelaparan.
Orang berjalan dari satu tempat ke tempat lain; Mencari suara Tuhan; Mencari firman yang hidup…, tetapi hati mereka sendiri telah kehilangan kerinduan untuk mendengarnya.
Sebab kelaparan firman tidak selalu terjadi karena Tuhan berhenti berbicara…tetapi karena manusia tidak lagi ingin mendengar.
Sebuah kengerian akhir zaman..
“Hari yang paling menakutkan bukan ketika dunia kehilangan roti, tetapi ketika gereja kehilangan rasa lapar akan firman Tuhan.”
“Kelaparan rohani adalah kesunyian jiwa di tengah keramaian ibadah.”
“Gereja bisa penuh dengan manusia, tetapi kosong dari orang-orang yang benar-benar mencari Tuhan.”
“Tragedi terbesar umat Tuhan bukan kurangnya pengajaran, tetapi hilangnya kerinduan untuk mendengar suara Tuhan.”
“Ketika firman tidak lagi dicari, dunia sedang masuk ke dalam kegelapan rohani yang paling dalam.”
Saudara-saudara… mungkin hari-hari ini dunia masih berjalan seperti biasa.
Kota-kota masih ramai…
Gereja-gereja masih berdiri…
Ibadah masih berlangsung…
Tetapi ada satu pertanyaan yang sangat sunyi dan menakutkan:
Apakah hati manusia masih lapar akan Tuhan?
Sebab sejarah rohani menunjukkan sesuatu yang sangat mengerikan…
manusia bisa tetap beragama,
tetapi kehilangan Tuhan.
Nabi Amos melihat sebuah hari yang mengerikan—hari ketika Tuhan mengirim kelaparan ke atas bumi, bukan kelaparan akan roti dan bukan kehausan akan air, tetapi kelaparan akan firman Tuhan, seperti yang tertulis dalam Kitab Amos 8:11–12. Manusia akan berlari dari laut ke laut, dari utara ke timur, mencari suara Tuhan, namun tidak menemukannya. Inilah tragedi akhir zaman: ketika manusia akhirnya sadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan, tetapi hati mereka sudah terlalu lama mengeraskan diri terhadap kebenaran.
Mimbar masih berdiri, ibadah masih berlangsung, kitab suci masih dibaca, tetapi suara Tuhan terasa jauh. Dunia menjadi bising dengan agama, namun sunyi dari hadirat-Nya. Dan pada saat itulah manusia mulai menjerit dalam kehausan rohani—mencari satu tetes firman yang hidup, tetapi yang mereka temukan hanyalah kesunyian yang menusuk jiwa.
Awasan untuk gereja Tuhan!!
“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.” — Kitab Yesaya 55:6
Karena mungkin suatu hari…
yang hilang bukan mimbar,
yang hilang bukan lagu pujian,
yang hilang bukan aktivitas ibadah…
Tetapi kerinduan manusia akan Tuhan.
Dan ketika kerinduan itu hilang…
itulah awal dari kelaparan rohani yang paling menakutkan.
BAPAK… IBU… SAUDARA-SAUDARI…
UMAT TUHAN… DAN GENERASI MUDA…
Mari kita diam sejenak…
Bayangkan seandainya hari ini…
Tuhan berdiri di tengah-tengah kita…
dan melihat hati kita satu per satu.
Dia melihat doa-doa yang mulai jarang dinaikkan…
Dia melihat firman yang dulu kita cintai… tetapi sekarang mulai kita abaikan…
Dia melihat hati yang dulu menyala… tetapi sekarang mulai dingin…
Dan mungkin tanpa kita sadari…
kita tetap datang ke gereja…
kita tetap bernyanyi…
kita tetap beribadah…
tetapi hati kita semakin jauh dari Tuhan.
Saudara…
Inilah yang paling menyedihkan bagi hati Tuhan.
Bukan karena gereja kosong…
tetapi karena hati yang dulu mengasihi-Nya… mulai menjauh.
Dan malam ini Roh Kudus berjalan di antara kita…
mengetuk hati kita…
memanggil kita kembali…
bukan dengan kemarahan…
tetapi dengan kasih yang dalam.
Seakan Tuhan berkata:
“Anak-Ku… kembalilah kepada-Ku.”
“Aku merindukan hatimu kembali menyala.”
“Aku merindukan engkau berjalan dekat dengan-Ku lagi.”
Saudara…
Jika malam ini kita jujur…
mungkin ada yang berkata di dalam hati:
“Tuhan… aku mulai jauh.”
“Tuhan… aku mulai lemah.”
“Tuhan… aku kehilangan api itu.”
Tetapi dengarlah ini baik-baik:
Belum terlambat.
Kasih Tuhan masih memanggil kita.
Darah Yesus masih sanggup memulihkan kita.
Dan hari ini bisa menjadi titik balik hidup kita.
Tetapi dengarlah…
Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk kembali…
Tuhan memanggil gereja-Nya untuk BANGKIT!
Karena dunia sedang tenggelam dalam kegelapan…
jiwa-jiwa sedang menuju kebinasaan…
dan gereja Tuhan tidak boleh tertidur!
Maka hari ini…
dari kedalaman hatimu…
buatlah keputusan!
Jika engkau rindu dipulihkan…
Jika engkau rindu api Tuhan menyala kembali…
Jika engkau rindu hidupmu kembali dekat dengan Tuhan…
jangan tahan air matamu.
Biarkan Roh Kudus menjamah hatimu.
Bangkit dari tempatmu…
datang kepada Tuhan…
dan katakan:
“Tuhan… aku kembali.”
Karena ketika satu orang kembali kepada Tuhan…
surga bersukacita.
Dan malam ini…
gereja Tuhan akan bangkit kembali!
Api Tuhan akan menyala kembali!
Keluarga-keluarga akan dipulihkan!
Generasi akan diselamatkan!
Dan terang Kristus akan bersinar di tengah kegelapan!
DALAM NAMA YESUS!
Sumber : Pdt. Ruth Sulisningrum















