Palangka Raya – Potretindonesiaterkini.id
Kantor Wilayah Bank Indonesia Kalimantan Tengah memiliki Program Bertajuk Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh kalangan. Yaitu Mahasiswa, Pelaku Usaha, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Institusi lainnya.
Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang uang Kartal (Kertas dan Logam) Rupiah.
Adapun program tersebut berlangsung Rabu, Kamis dan Sabtu (15,16 dan 18 April 2026). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung BI Wilayah Kalimantan Tengah.
Untuk Rabu “TRAINING OF TRAINERS (TOT)” atau Pelatihan bagi para pelatih untuk sosialisasi CBP Rupiah. Peserta berasal dari Kelompok MEKAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dan ASN Museum Balanga Kalimantan Tengah. Peserta berjumlah tidak kurang dari 101.
Adapun Materi yang diberikan yaitu, Materi Kebanksentralan, Materi Sistem Pembayaran Digital (QRIS dan PeKA), Materi CBP Rupiah dan Materi Public Speaking.

Hadir Pimpinan atau Kepala BI Wilayah Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias dan Kepala Cabang PNM Banjarmasin (meliputi Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, Ridul Akbar bersama Manajer Area PNM Banjarmasin (KalselTeng) Noor Latifah, Sr. Officer JMT Noor Rachman dan Kepala Area PNM Palangka Raya Rabbiatul Adawiyah.
Disela acara saat ditanyakan wartawan Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan pelatihan ini diarahkan untuk memperluas jangkauan edukasi rupiah melalui peran peserta TOT sebagai penyampai informasi di masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan membentuk agen-agen edukasi di masyarakat agar semakin banyak yang memahami pentingnya rupiah, baik dari sisi penggunaan, perawatan, maupun makna kedaulatannya,” kata Yuliansah.
Menurutnya pendekatan melalui pelatihan langsung kepada komunitas dinilai lebih efektif untuk meningkatkan literasi dibanding sosialisasi satu arah.
“Peserta yang hadir hari ini kami harapkan bisa menjadi trainer di lingkungannya masing-masing, sehingga pesan terkait rupiah bisa menjangkau lebih luas,” harap Yuliansah.
Sementara Denny dari Unit PUR yang menjadi pemateri CBD saat bincang santai dengan awak media ini menjelaskan singkat bagaimana perlakuan uang contoh Uang Kertas memberi dampak pada biaya pencetakan uang kertas. “Uang rusak apakah lusuh atau sobek yang diterima BI akan dimusnahkan dan lalu akan dicetak uang baru lagi”, ujarnya. Lanjut Denny, pemusnahan dan pencetakan uang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Memberi pemahaman masyarakat bagaimana memperlakukan uang agar tidak rusak atau lusuh terus dilakukan, dengan harapan kondisi Uang Kertas tetap baik, mulus dan tidak lusuh”, ungkapnya. Denny mencontohkan bagaimana rata-rata orang Amerika memperlakukan uang kertas dollar dengan baik, tidak terlipat dan bisa bertahan hingga belasan tahun. Diketahui bahwa uang kertas Rupiah diproyeksikan usia kualitas hingga 10 tahun

Noor Latifah Manager Area PNM Banjarmasin (Kalsel -Tengah) memberi apresiasi kepada BI untuk kegiatan yang diadakan. “Dengan adanya TOT ini, pemahaman tentang uang dari peserta MEKAR lebih baik lagi,”ungkapnya.
Senada dengan itu Rahman mengungkapkan bahwa TOT inj diikuti nasabah PNM yaitu MEKAR. “Kami dari Banjarmasin hadir mendampingi Nasabah mengikuti TOT sebagai bagian dari menambah literasi bagi nasabah tentang bagaimana menggunakan Uang dan transaksi keuangan,”pungkasnya.
Dilaporkan oleh Endharmoko













