Dalam wawancaranya dengan Dr Z.Yasni, Bung Hatta mengungkapkan salah satu penyebab keretakan Dwi Tunggal Soekarno-Hatta, yg pada akhirnya menyebabkan pengunduran diri Bung Hatta sebagai Wakil Presiden.
Berikut petikan wawancaranya:
Dr Z.Yasni : Dengan cara bagaimana PKl di bawah Aidit bisa dekat dengan Bung Karno?…
Bung Hatta :
…dengan jalan menggunakan taktik-taktik yang sejalan dengan sifat-sifat naluriah Bung Karno, antaranya sifat beliau yang suka disanjung dan diangkat-angkat.
Kami (Dwitunggal) dipecah dengan jalan itu.
Kalau dulu tatkala RI menghadapi masalah, Bung Karno terus berunding dengan saya dalam alam pikiran DwiTunggal.
Tetapi sejak penyerahan kedaulatan akhir 1949, terutama sejak Bung Karno dan saya menjadi Presiden dan Wakil Presiden, dan resminya tidak
bertanggung jawab kepada Parlemen, maka beliau dengan bebas berpidato di depan masyarakat. Isinya tidak lebih dulu dibicarakan dengan kabinet yangbertanggung jawab.
Bagi seorang yang suka agitasi, ia (red: Soekarno) dengan demikianmenemukan suasana yang “terbuka”. la hidup dengan itu. Apalagi datang lagi soalIrian Barat. Gerakan dan agitasinya tambah besar.
-, ”
—————————————————————————————-
Faktanya PKI memang mengincar Bung Hatta, pernah suatu ketika Aparat yg diduga Pro-komunis menggantikan mobil Bung Hatta dan menggeledahnya.
Putri Bung Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta juga menghisahkan PKI pernah mencoret² rumah Bung Hatta dan menuliskan ” Ganyang Hatta”, PKI juga berdemonstrasi dan melempari rumah Bung Hatta dengan Batu.
Aidit pun makin berani kurang-ajar dengan Bung Hatta, dalam suatu pembacaan Text Proklamasi Aidit menghapus Nama Hatta.
Walau begitu tampaknya Soekarno tetap melindungi Aidit.
Pada akhirnya Adu Domba Aidit sukses, DwiTunggal Soekarno-Hatta pecah, Bung Hatta mundur dari jabatan Wakil Presiden.
Bagi Aidit ini artinya Satu tokoh anti komunis berhasil disingkirkan dari tampuk pimpinan utama, tinggal Soekarno nantinya yg akan disingkirkan.
Sebelum berpisah dengan Bung Karno, Bung Hatta sempat berpesan “Jangan Besarkan Anak Ular”.
Pesan inipun tampaknya tidak digubris Bung Karno, tahun 1965, si anak ular menjadi ular besar, dan berencana membunuh Soekarno lewat kudeta bertahap G30spki.
Rencana Pembunuhan Soekarno oleh Aidit terbukti di persidangan Mahmilub lewat kesaksian Sujono.
(Lintangangrem)
Foto : Bung Hatta & Si Anak Ular.
Sumber :
1.Bung Hatta Menjawab, Dr Z.Yasni.
2.Bung Hatta di Mata Tiga Puterinya, Kompas.
3.Berkas Mahmilub perkara Untung.










