Palangka Raya – Potretindonesiaterkini.id
Ketua Umum Aliansi Dayak Bersatu, Megawati, Jumat, 22 Mei 2026 menyerukan kepada seluruh masyarakat Dayak untuk tetap bersatu, berdaulat, serta menjunjung tinggi semangat saling tolong-menolong dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat adat Dayak.
Menurutnya, prinsip “Huma Betang” harus terus menjadi landasan perjuangan bersama dalam menjaga persatuan, keadilan, dan martabat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.
Ketua Umum ADB bersama Koalisi Ormas Kalimantan Tengah selama ini terus mendampingi Tono Priyanto BG dalam menghadapi rangkaian perkara pidana yang dinilai berlangsung secara berulang dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kepastian hukum serta rasa keadilan masyarakat.
“Kami akan terus mengawal perjuangan ini sampai Komisi III DPR RI memberikan perhatian serius dan memenuhi permohonan perlindungan hukum yang diajukan oleh Tono Priyanto BG bersama Koalisi Ormas Kalimantan Tengah,” tegas Megawati.
Megawati bersama para ketua organisasi yang tergabung dalam Koalisi Ormas Kalteng juga menyoroti proses penegakan hukum yang dinilai belum memberikan rasa keadilan. Berbagai aksi penyampaian aspirasi masyarakat, menurut mereka, belum memperoleh respons yang memadai dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.
“Kami melihat suara masyarakat sering kali tidak lagi didengar. Karena itu, kami memohon kepada Komisi III DPR RI untuk memberikan perhatian, jaminan keamanan, serta perlindungan hukum terhadap Tono Priyanto BG dan pihak-pihak yang memperjuangkan hak masyarakat,” lanjutnya.

Koalisi Ormas Kalteng berharap ke depan tidak ada lagi dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat di Kalimantan Tengah, yang dikenal sebagai Bumi Pancasila dan Bumi Tambun Bungai, sehingga supremasi hukum benar-benar berjalan secara adil, humanis, dan menghormati hak-hak warga negara.
Penulis : Endharmoko













