KETIKA PELAYANAN MULAI MENCARI PUJIAN

“Jika aku masih mau menyenangkan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10

banner 468x60

Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk melayani demi nama kita sendiri. Namun jujur saja, tanpa kita sadari, hati bisa bergeser. Pelayanan yang awalnya lahir dari kerinduan kepada Tuhan, perlahan berubah menjadi keinginan untuk dihargai, dipuji, dan diakui oleh manusia.

Firman Tuhan menegur kita dengan jelas:

banner 336x280

“Jika aku masih mau menyenangkan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10)

Masalahnya bukan pada mimbar, bukan pada posisi, bukan pada talenta. Masalahnya selalu kembali pada hati. Manusia bisa melihat penampilan, tetapi Tuhan melihat motivasi terdalam kita (1 Samuel 16:7). Mimbar mungkin membuat orang lain terkesan, tetapi mimbar tidak pernah bisa menyembunyikan hati dari Tuhan.

Tuhan rindu pelayanan yang lahir dari penyembahan yang sejati. Bukan sekadar kata-kata indah, bukan teknik yang sempurna, melainkan hati yang tunduk dan hidup yang selaras dengan kebenaran. Yesus sendiri berkata bahwa Bapa mencari penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24).

Renungan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Ini adalah ajakan untuk kembali. Kembali kepada motivasi yang murni. Kembali kepada hadirat Tuhan. Kembali melayani bukan supaya dikenal, tetapi supaya Tuhan dimuliakan.

Doa:

Tuhan, kami datang dengan hati yang jujur. Jika ada motivasi yang salah dalam pelayanan kami, luruskan kembali. Ajari kami melayani bukan untuk pujian manusia, tetapi untuk menyenangkan hati-Mu. Ajari kami menyembah dalam roh dan kebenaran. Amin.

Jika renungan ini menegur hatimu, biarlah itu menjadi langkah awal untuk dipulihkan, bukan untuk merasa bersalah. Tuhan selalu rindu hati yang mau kembali.

Sumber : FB @Hardyanto Dede

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *