Ada saat-saat di mana kita mulai bertanya dalam hati, “Masih adakah mujizat?”Bukan karena kita tidak percaya,tetapi karena doa terasa lama terjawab,air mata terlalu sering jatuh,dan keadaan seakan tidak berubah.
Kita tetap berdoa, tetap berharap, tetap datang kepada Tuhan,namun di dalam hati ada lelah yang tak terucap. Seolah mujizat itu milik orang lain,bukan untuk kita.
Firman Tuhan tidak pernah berkata bahwa mujizat berhenti.Yang berubah sering kali bukan kuasa Tuhan, tetapi harapan manusia yang mulai letih menunggu.
Mujizat tidak selalu datang dalam bentuk yang besar dan mengejutkan. Kadang mujizat itu adalah kekuatan untuk bangun lagi hari ini.
Damai di tengah badai. Pengharapan yang belum padam walau keadaan belum berubah.Dan sering kali, sebelum mata kita melihat mujizat,
Tuhan lebih dulu memulihkan hati kita.Mengajar kita percaya, bukan karena apa yang terlihat,tetapi karena siapa Dia. Jika hari ini kamu merasa doamu belum dijawab,ingatlah: Tuhan tidak terlambat.Dia setia.Dia bekerja.Dan mujizat itu masih ada, tepat pada waktunya,dan tepat sesuai kehendak-Nya.
Tetap percaya.Tetap berharap.Karena Tuhan yang sama, masih sanggup melakukan perkara yang ajaib.













