Partai Kristen? Untuk apa? Siapa yang akan memilihnya? Beragam pertanyaan muncul begitu mendengar kabar sebuah Partai Kristen sedang digagas
Tulisan ini dibuat untuk mengajukan berbagai pertanyaan dalam menyikapi gagasan Partai Kristen tersebut.
Sebelumnya kita pernah tahu ada Partai Damai Kasih Bangsa yang berhasil memiliki 2 Kursi (Pemilu 1999) Lalu Pecah dan lahirlah PDKB Pembaruan. Kemudian muncul Partai Damai Sejahtera (PDS) peserta pemilu 2004 dan berhasil memperoleh 13 kursi DPR. Namun seperti pendahulunya PDKB. PDS hanya terdengar namanya dalam berbagai perbincangan umat Kristen.
Lantas Apa yang mendorong lahirnya Parpol Kristen lagi?
Secara umum alasan utama masyarakat membentuk partai politik sangat beragam, tetapi berakar pada keinginan untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, menyalurkan aspirasi, dan mencapai tujuan bersama.
Beberapa sebab utama pembentukan partai politik meliputi:
• Menyalurkan Aspirasi dan Kepentingan: Partai politik berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan dan menyuarakan ideologi, pandangan, serta kepentingan kelompok masyarakat yang beragam. Hal ini memungkinkan aspirasi tersebut didengar di tingkat pemerintahan
• Mempengaruhi dan Mengendalikan Kebijakan: Tujuan utama banyak partai adalah memenangkan pemilu dan menduduki jabatan publik (eksekutif dan legislatif). Dengan menguasai pemerintahan, mereka dapat merancang, mengimplementasikan, dan mengendalikan kebijakan publik sesuai dengan visi dan misi partai
• Rekrutmen dan Kaderisasi Kepemimpinan: Partai politik memainkan peran penting dalam mengidentifikasi, melatih, dan menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk menjadi pemimpin di masa depan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
• Pendidikan Politik: Partai memberikan edukasi kepada masyarakat tentang proses demokrasi, isu-isu politik, dan hak serta kewajiban warga negara. Ini meningkatkan partisipasi dan kesadaran politik publik
• Stabilitas Politik: Dengan mengorganisir berbagai kepentingan dan menawarkan solusi terstruktur, partai politik membantu mengelola konflik sosial dan politik, sehingga berkontribusi pada stabilitas negara
• Representasi: Partai memastikan bahwa berbagai segmen masyarakat, termasuk kelompok minoritas atau yang kurang terwakili, memiliki suara dan perwakilan dalam proses pengambilan keputusan politik
Singkatnya partai politik adalah alat penting dalam sistem demokrasi yang memungkinkan warga negara untuk berorganisasi dan secara kolektif mengusahakan perubahan sosial serta mengendalikan arah pemerintahan negara
Penulis bertanya kepada salah satu penggagas Parpol Kristen yakmi Yusuf Mujiono. Yusuf bercerita ide ini berangkat dari keresahan atas apa yang dialami Umat Kristen di Indonesia yang kepentingannya tidak terakomodir. Salah satunya perlindungan dalam beribadah dan mendirikan rumah ibadah. “Didaerah masih saja terjadi intimidasi terhadap umat Kristen yang beribadah ataupun mendirikan rumah ibadah”.
Gagasan Partai Kristen ini berangkat dari diskursus beberapa orang yang disebut Tim 9 sekitar 4 bulan lalu. Secara rutin setiap kamis buat diskusi. Lalu Tim ini bertambah menjadi Tim 11. Tim 11 beberapa waktu lalu gelar Diskusi dalam menentukan nama Parpol yang tepat.
“Saat ini masih proses untuk konsolidasi memenuhi persyaratan pendirian Partai Politik”, ujar Yusuf Senin 15 Desember 2025 melalui sambungan telpon.
Nama Parpol Kristen yang disepakati adalah Partai Setara Indonesia. Berikut informasi yang penulis terima dari Yusuf Mujiono
⁹
MANIFESTO POLITIK PARTAI SETARA INDONESIA
Membangun sebuah peradaban bangsa memerlukan fondasi moral yang kuat. Bagaikan sebuah pohon besar
yang kokoh, akarnya harus mampu menghujam bumi tempatnya berpijak hingga menembus sedalam-dalamnya.
Batang, dahan, ranting, dan daun peradabannya harus mampu tumbuh dan berkembang seluas mungkin, ke
segala arah, dan setinggi mungkin, hingga seolah menggapai langit.
Landasan moral yang diperlukan oleh bangsa Indonesia yang majemuk harus dibangun berdasarkan asas
kesetaraan, bukan sekadar toleransi, apalagi proporsi. Asas toleransi lebih banyak bertumpu pada kebaikan hati,
bersifat rapuh, dan situasional. Dia sangat dipengaruhi oleh mood atau perasaan seseorang pada suatu waktu.
Sedangkan asas proporsi akan menghasilkan terminologi mayoritas dan minoritas. Ada suku mayoritas, ada suku
minoritas; ada agama mayoritas, ada agama minoritas; ada ras mayoritas, ada ras minoritas; ada golongan
mayoritas, ada golongan minoritas. Kondisi tersebut bersifat kontraproduktif bagi demokrasi dan buruk bagi
perkembangan peradaban bangsa Indonesia.
Indonesia adalah negara bangsa yang meyakini Ketuhanan Yang Maha Esa melalui agama-agama dan
kepercayaan yang dianut masing-masing warga negaranya. Namun masih sering terjadi indikasi adanya upaya
dari kelompok agama mayoritas menggunakan kewenangan negara untuk menaklukkan agama-agama lain.
Pembiaran terhadap aksi-aksi intoleransi dari kelompok politik identitas tersebut memicu gerakan untuk
menguasai negara melalui berbagai alat dan saluran politik. Negara sering kali tidak hadir pada konflik-konflik
dan kekerasan antaragama yang dilakukan terhadap beberapa kelompok minoritas. Imbasnya, agama mayoritas
cenderung menguasai kehidupan negara, termasuk memainkan bandul hukum seenaknya.
Padahal sejak awal masa prakemerdekaan, para pendiri negara Indonesia telah sepakat menjadikan Pancasila
sebagai payung yang menaungi semua agama di Indonesia. Hubungan antara agama dan negara di Indonesia
telah dirumuskan dengan jelas dalam Pancasila, yaitu bersifat koordinatif dalam merawat masyarakat dan
bangsa, bukan saling menguasai demi kepentingan salah satu pihak. Lahirnya perda agama di beberapa daerah
yang menguntungkan kelompok politik identitas tertentu dengan mengatasnamakan agama telah mereduksi pengamalan Pancasila, melanggar UUD 1945 tentang kebebasan beragama, menentang semangat Bhineka
Tunggal Ika, dan mengancam NKRI. Pancasila dengan tegas mengamanatkan agar tidak terjadi penggunaan
kekuasaan negara oleh agama mayoritas terhadap minoritas. Segala bentuk intervensi negara terhadap agama,
maupun sebaliknya, harus segera dihentikan, agar kebersamaan dan kesetaraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa lestari sepanjang masa. Kesetaraan adalah kondisi di mana setiap individu atau warga negara atau kelompok masyarakat berada pada
kedudukan, status, dan hak yang sama, serta mendapat perlakuan berasaskan keadilan, bukan diskriminasi.
Artinya, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua orang atau semua kelompok memiliki akses yang
sama terhadap kesempatan dan sumber daya yang diperlukan untuk berkembang dalam berbagai bidang, seperti
bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan hukum. Jadi, asas kesetaraan berdiri pada landasan keadilan. Pada
landasan keadilan pasti ada kebenaran. Pada Yesaya 32: 17-18 tertulis “Di mana ada kebenaran, di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang terteram, di tempat peristirahatan yang
aman”.
Jakarta, 26 November 2025.
Partai Setara Indonesia
VISI PARTAI SETARA INDONESIA
Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan dapat hidup bersama dalam suasana yang damai, sejahtera, harmonis, tenteram, dan aman.
MISI PARTAI SETARA INDONESIA
1. Mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan kebenaran pada setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Memperjuangkan kedudukan, status, dan hak yang setara bagi semua warga negara Indonesia untuk mendapatkan perlakuan berasaskan keadilan.
3. Melawan semua bentuk diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan.
4. Membangun kesetaraan bagi semua warganegara untuk memiliki akses yang sama terhadap kesempatan dan sumber daya yang diperlukan untuk berkembang dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, politik, dan hukum.
5. Menghadirkan damai sejahtera di Negara Kesatuan Republik Indonesia demi kehormatan dan kemuliaan nama Tuhan.
Berikut nama-nama yang saat ini disebut Tim 11 Penggagas Partai Setara Indoneia.
1. Yusuf Mujiono
2. Dwi Urip Premono
3. Rumondang Sitompul
4. Ashiong Munthe
5. Junyor Nainggolan
6. Elly Togatorop
7. Sahrianta Tarigan
8. Ruyandi Hutasoit
9. Harsanto Adi
10. Tigor Tampubolon
11. Argo Pandoyo
Apakah Partai Setara Indonesia siap berlaga 2029? Bagaimana meningkatkan Partisipasi Politik Umat Kristen menjadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Menilik prosesnya masih banyak yang perlu dikerjakan dan dipersiapkan untuk bisa ikut berlaga di Pemilu 2029
Penulis Endharmoko

















