Menyoal Pertumbuhan Ekonomi, Ekonom Thomson Sodorkan 3 Kunci

Daerah, Nasional33 Views
banner 468x60

Palangka Raya – Potretindonesiaterkini.id

Ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,61% secara tahunan (YoY) pada awal kuartal, namun diwarnai oleh tekanan global seperti pelemahan nilai tukar Rupiah. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang solid, percepatan belanja pemerintah, dan investasi sejak awal tahun 2026

banner 336x280

Kondisi perekonomian nasional saat ini dapat diri3enci menjadi beberapa aspek utama:
1. Pertumbuhan dan Inflasi
• PDB & Konsumsi: Perekonomian domestik tumbuh 5,61% pada triwulan pertama, didorong oleh perayaan hari besar keagamaan, perputaran dana belanja pemerintah, serta peningkatan konsumsi masyarakat.

• Pertumbuhan Sektor Usaha: Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum (pariwisata), konstruksi, serta pertambangan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan lapangan usaha.

2. Tantangan dan Tekanan Global
• Nilai Tukar: Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan, dengan nilai yang sempat menyentuh kisaran Rp17.800,an per Dolar AS akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

• Rantai Pasok Manufaktur: Gangguan logistik global dan konflik internasional berdampak pada lonjakan biaya logistik serta harga bahan baku impor (seperti plastik dan komponen), yang membebani kas operasional sektor industri.
3. Dinamika Daya Beli

• Kelas Menengah: Di tengah ekonomi makro yang tumbuh positif, terdapat tantangan pada tingkat mikro. Kalangan kelas menengah dan bawah menghadapi tekanan biaya hidup dan kenaikan harga barang yang memicu pergeseran pola belanja dan fenomena “mode bertahan” (survival mode).

4. Prospek Kebijakan
• Strategi Pemerintah: Pemerintah berupaya menjaga stabilitas fiskal dan daya beli melalui percepatan penyaluran bantuan, dukungan sektor pertanian, dan menjaga likuiditas sejak awal tahun untuk memutar roda ekonomi lebih merata.
Anda dapat memantau rilis data bulanan dan analisis terbaru mengenai indikator serta proyeksi ekonomi di laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau melihat laporan statistik lengkap melalui Berita Resmi Statistik BPS.

Kondisi pergerakan ekonomi Indonesia yang cenderung stagnant ini disikapi oleh Thomson B. Panjaitan, S.E, seorang ekonom, praktisi bisnis dan pemerhati kebijakan publik jebolan Universitas Katolik (UNIKA) Widya Mandala, Surabaya. Menurut Thomson, kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yakni kebijakan yang tepat, pemimpin yang menjadi panutan, dan rakyat yang produktif. Catatan ini disampaikan pada Senin, 1 juni 2026 di Palangka Raya.

Penjelasan Thomson terkait kebijakan pemerintah yang tepat diantaranya meliputi
Pajak dan Perizinan Usaha.

“Pajak yang lebih rendah dan adil mendorong peningkatan daya beli, investasi dan pertumbuhan usaha,sementara untuk perizinan usaha, proses transparan, birokrasi tak rumit akan membuka peluang usaha dan menarik investorr,” ungkapnya.

Lanjut Thomson, “pada bagian pemimpin menjadi panutan meliputi integritas, kerja keras, dan kepedulian pemimpin menumbuhkan kepercayaan dan semangat bersama”.

Adapun dampak dari penerapan “kunci” pertumbuhan ekonomi tersebut Thomson. Membuat kesimpulan bahwa “Kunci tersebut akan membuka peningkatan investasi, membuka lapangan kerja, membuka peningkatan daya belli dan membuka pertumbuhan ekonomi lebih pesat.

“Di Indonesia tidak sedikit jumlah pakar dari berbagai keilmuan semestinya pemerintah mampu membuat kebijakan yang tepat sasaran dan tepat manfaat untuk semu,”pungkas Thomson.

 

Dilaporkan oleh Endharmoko

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *