Filsafat: Menggali Makna dan Kedalaman Hidup

Nasional, Opini116 Views
banner 468x60

Penulis : Hojot Marluga

Saat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar acara dan memberi penghargaan pertama pada tokoh-tokoh yang dianggap berdampak. Acara dengan nama Apresiasi Warna Indonesia (AWI). Perhelatan itu saya yang pimpin (Hotman J Lumban Gaol/Hojot Marluga) waktu itu sebagai Wakil Ketua Umum PEWARNA sekaligus ketua panitia. AWI pertama digelar di MDC Hall, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2017. Ikon pada AWI pertama itu adalah Prof. Franz Magnis Suseno.

banner 336x280

 

Sebagai ketua panitia, saya yang berupaya dengan maksimal, menjumpai anggota Ordo Yesuit tersebut ke Sekolah Tinggi Driyarkara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dan, akhirnya Romo ahli filsafat itu pun bersedia hadir, tanpa diwakilkan. Sosok yang menginspirasi dan teladan. Saya banyak membaca buku-buku beliau tentang filsafat.

Franz Magnis Suseno, seorang misionaris Katolik yang datang dari Jerman ke Indonesia pada awal tahun 60-an, memiliki pengalaman yang sangat menarik. Dia ditempatkan di Jawa dan mempelajari bahasa Jawa serta filsafat Jawa, yang kemudian dia tulis dalam bukunya “Etika Jawa”. Namun, dia pernah mengatakan, seandainya dia dikirim ke tanah Batak, dia pasti akan mempelajari bahasa Batak dan filsafat Batak.

Dia mengakui bahwa filsafat Batak itu juga kuat dan perlu dipelajari, dan bisa digali menjadi filsafat yang membantu. Tapi, filsafat tidak hanya itu, filsafat sebetulnya menyibukkan diri dengan masalah-masalah up to date, menghindari pemikiran yang dangkal. Itulah peran dan fungsi filsafat sekarang.

Pertimbangan gereja atau sekolah lembaga Katolik menempatkan filsafat di wilayahnya, untuk apa sebenarnya itu? Ini suatu tradisi dari abad pertengahan, sejak Thomas Aquinas. Dia menganggap pemikir yang luar biasa, yang tidak dalam semua hal masih… “Tanpa memahami filsafat, kita tak memahami kedalaman berpikir.”

Filsafat memang memiliki peran yang sangat penting dalam memahami kehidupan dan dunia. Dia membantu kita untuk berpikir lebih dalam, lebih kritis, dan lebih bijak. Dan itu adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Franz Magnis-Suseno, filsafat adalah cara berpikir kritis yang menggali makna terdalam dari realitas, kehidupan manusia, dan nilai-nilai. Dengan menggunakan akal budi (rasio) sebagai alat utama, filsafat juga mengakui adanya dimensi transenden yang lebih besar dari diri manusia.

Dalam pandangannya tentang etika, kebahagiaan, dan moderasi beragama, Magnis-Suseno menunjukkan bahwa filsafat tidak hanya membantu manusia memahami tujuan hidup, tetapi juga membangun masyarakat yang bermartabat dan adil.

Dengan demikian, filsafat menjadi sebuah disiplin yang sangat penting dalam membantu manusia memahami diri sendiri, masyarakat, dan dunia sekitarnya. Melalui filsafat, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang makna hidup dan bagaimana kita dapat hidup dengan lebih bermartabat dan adil.

 

Sumber : @FB Hojot Marluga

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *