Potretindonesiaterkini.id – Humbang Hasundutan
Donald belum lama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan (Kajari) Humbang Hasundutan, menggantikan Dr. Noordien Kusumanegara. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum, Donald memiliki gelar Sarjana Hukum (SH) dan Magister Hukum (MH), serta pengalaman yang luas sebagai Koordinator di Kejati Banten. Penyambutan hangat dari Forkopimda Humbang Hasundutan, termasuk Bupati Dr. Oloan Paniaran Nababan, Ketua DPRD Parulian Simamora, dan Kapolres AKBP Arthur Sameaputty, menandai awal kepemimpinannya di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam sambutannya, Donald menyatakan, kesediaannya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun Kabupaten Humbang Hasundutan.
Didampingi oleh keluarga, termasuk orangtua, mertua, istri, anak, dan saudara-saudaranya, Donald siap membawa perubahan positif bagi daerah ini. Dengan pengalaman dan kompetensinya, dia berjanji untuk meningkatkan kinerja Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan dan membawa kemajuan bagi masyarakat. Sebagai putra kedua dari empat bersaudara, Donald tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang dan disiplin.
Bapaknya, yang merupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam hidupnya, selalu menekankan pentingnya kemandirian dan kerja keras. Meskipun Donald sangat dekat dengan Bapaknya, namun dia tidak pernah merasa mendapatkan perlakuan istimewa. Sebaliknya, Bapaknya selalu mendorongnya untuk menjadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab.
Dulu Donald memiliki cita-cita menjadi polisi sejak kecil, namun tidak disetujui oleh ibunya. Meskipun demikian, dia tidak menyerah dan terus berusaha. Namun, dia tidak lulus seleksi masuk Akpol. Bapaknya, yang tidak juga mendukung keputusannya menjadi polisi, justru mendorongnya untuk menjadi orang yang mandiri dan tidak terlalu mengandalkan orang lain.
“Setelah tidak lulus seleksi masuk Akpol. Oleh Bapak menyarankan agar saya mendaftar di Kejaksaan, karena sama-sama penegak hukum,” kenangnya.
Setelah diterima di Kejaksaan, Donald bersyukur karena dia diterima bukan karena dimudahkan oleh Bapaknya, melainkan karena kemampuan dan kerja kerasnya sendiri. Bapaknya, yang saat itu sudah duduk di eselon dua, Direktur Ekonomi Keuangan di Kejaksaan Agung, tidak mau menggunakan pengaruhnya untuk membantu Donald, karena ingin dia menjadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab.
Setelah berkarier di Kejaksaan diterima sebagai calon pegawai negeri sipil di Kejaksaan, Donald ditempatkan di bagian Pidsus, di Gedung Bundar, tempat Bapaknya dulu bertugas.
Namun, suatu hari, Donald merasa tidak masalah untuk main-main ke ruangan Bapaknya, karena sudah biasa datang ke sana sejak kecil. Namun, dia tidak menyadari bahwa dia sudah tidak lagi menjadi anak kecil yang bisa masuk ke ruangan Bapaknya tanpa permisi.
Bapaknya, yang sedang bekerja, menatapnya dengan mata yang tajam dan berkata dengan suara agak tinggi, “Loh, siapa kau, masuk tanpa ketok. Keluar sana!” Donald keluar dengan rasa malu dan tidak mengerti apa yang terjadi.
Baru setelah dia masuk lagi dengan mengetok dan meminta izin, Bapaknya menjelaskan bahwa dia harus menghormati dan tidak bisa sembarangan masuk ke ruangan kantor, meskipun itu adalah ruangan Bapaknya sendiri.
Kejadian itu menjadi perbincangan di rumah, dan Donald merasa malu karena hanya dia yang di Kejaksaan dan tidak tahu aturan kantor. Namun, dia juga belajar bahwa menjadi anak pejabat tidak berarti bisa melakukan apa saja, dan bahwa dia harus selalu menghormati dan mengikuti aturan.
Bapaknya pun tidak “menitipkan” dia pada seseorang, melainkan menyuruhnya berjuang sendiri. Dia tahu bahwa Bapaknya memantau dia, dan dia selalu mengingat apa yang dikatakannya, sampai akhirnya dia berhasil lulus ujian penyesuaian ijazah dan pendidikan Jaksa.
Dia bangga karena itu semua dia lalui dengan perjuangan dan berkat doa orangtua. Dia tidak ingin membuat Bapak sebagai tameng, melainkan ingin menunjukkan bahwa dia profesional. Dia juga tidak lupa pada ajaran Bapak untuk tidak sombong, tidak tinggi hati, dan selalu ramah, mau menyapa dan senyum pada setiap orang, walaupun itu pegawai yang jauh lebih rendah, bahkan OB sekalipun.
Donald mengingat bahwa Bapaknya selalu mengajarkan damai, rukun, dan berwibawa, berkarisma. Maka, bagi dia dan saudara-saudaranya, kalau Bapaknya di rumah, mereka merasa nyaman. Mereka juga diajarkan untuk menghormati orang lain, dan selalu diperkenalkan dengan keluarga besar Bapak atau Mama.
Donald beruntung memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia, dengan Bapak dan Mama yang selalu mendekatkan dan mengajarkan nilai-nilai positif kepada anak-anaknya. Baginya, Bapaknya adalah Bapak terbaik yang pernah dia bayangkan, karena tidak pernah melihat dia dan Mama berantam. Dia pikir, ini luar biasa, karena mungkin pernah cekcok, tetapi tidak pernah di hadapan anak-anak mereka.
Namun, ada satu momen yang membuat keluarga mereka mengharu-biru, yaitu ketika Bapaknya dipindah tugaskan menjadi Deputi Menkopolhukam. Bapak dan Mama sangat sedih, dan anak-anak juga merasa terpukul perasaan. Namun, Donald dan abangnya memberi saran kepada Bapak-Mama untuk melihat pengangkatan itu dari sisi positif.
Mereka menyarankan untuk menerima pengangkatan itu dengan suka cita, karena itu adalah jalan Tuhan. Donald dan saudara-saudaranya yakin bahwa Bapaknya adalah seorang yang brilyan, dan di mana pun ditempatkan pasti bersinar.
Dengan doa dan dukungan keluarga, Bapaknya menerima pengangkatan itu, dan akhirnya mencapai puncak karirnya seperti yang diidamkannya. Donald dan keluarga yakin bahwa itu adalah jalan Tuhan untuk Bapaknya, dan mereka sangat bangga dengan perjalanan karirnya.
Dia juga mengingat bahwa Bapaknya dipilih menjadi ketua panitia perayaan Jubileum 150 tahun HKBP, dan dia merasa bangga karena itu. Dia dan saudara-saudaranya dilibatkan dalam diskusi dan berdoa bersama, dan mereka merasa itu merupakan kepercayaan luar biasa.
Dulu, Mamanya sangat aktif di gereja, dan Bapaknya juga aktif di HKBP Semarang sebagai dirigen koor dan ketua panitia pembangunan gereja HKBP Kartanegara. Donald dan saudara-saudaranya memiliki gaya hidup yang santai dan tidak kaku, karena Bapaknya suka mengajak mereka makan di restoran pinggir jalan.
Nama lengkapnya Donald Togi Joshua Situmorang anak dari Edwin Pamimpin Situmorang dan ibunya Tuti boru Pasaribu. Anak kedua dari empat saudara. Memiliki tiga saudara, yaitu Budi Rony Reynoldo Situmorang, Samuel Bonardo Parulian Situmorang, dan Tanto Mario Haholongan Situmorang, dan mereka semua memiliki pengalaman yang indah bersama Bapaknya. Abangnya, Rony dan adiknya Samuel sekarang sama-sama Anggota Dewan. Rony berkarir di DPRD Provinsi Sumatera Utara, sementara adiknya Anggota Dewan di Kota Depok.
Kini, Donald berhasil mencapai menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Humbang Hasundutan di usia tergolong muda.
Donald belajar banyak dari Bapaknya sewaktu pejabat. Dia memiliki Bapak yang sangat sederhana dan tidak pernah memanfaatkan jabatan untuk mencari uang selain gajinya. Dia mengingat bahwa Bapaknya naik bus ke Semarang dan mengendarai motor di Pekalongan, meskipun sudah beberapa tahun dia bertugas di Kejaksaan. Dia tidak pernah memiliki mobil yang bagus, bahkan ketika menjadi Kepala Kejaksaan Negeri, mobilnya masih butut.
Demikian juga Mamanya juga sangat sederhana, mengantar anak-anak ke sekolah dengan menumpang angkot, dan bahkan membuat es lilin untuk dijual. Bapaknya juga menjadi supir angkot sendiri, walaupun itu adalah angkotnya sendiri.
Donald belajar dari Bapaknya bahwa kesederhanaan dan kerja keras adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Bapaknya selalu mengajarkan bahwa jangan memeras orang lain, dan yang penting adalah kerja baik.
Donald bercita-cita melebihi karier Bapaknya, tetapi Bapaknya tidak pernah berpesan harus lebih dari yang telah dia capai, Jaksa Agung Muda Intelijen. Dia selalu mengajarkan kesederhanaan, tidak bisa menghalalkan cara untuk mendapatkan karier, dan harus dengan kerja keras.
Sekali lagi. Donald memiliki Bapak yang luar biasa, yang selalu menjadi motivator dan imam bagi keluarganya. Donald mengingat bahwa Bapaknya selalu membawa mereka ke Laguboti, kampung halamannya, dan mereka sangat senang melihat tempat-tempat yang pernah Bapaknya kunjungi semasa kecil. “Bapaknya adalah orang yang rendah hati, sederhana, dan selalu mengajarkan anak-anaknya tentang kesederhanaan dan kerja keras. ”
Menikah dengan Saparina Syapriyanti boru Pangaribuan, yang bersaksi bahwa Mama dan Papa adalah orang yang rendah hati dan selalu mengajarkan anak-anaknya tentang kesederhanaan. Saparina juga bersaksi bahwa suaminya, Donald, adalah orang yang tidak melekat pada jabatan.
Kini, Donald menjabat sebagai Kepala Kejaksaan (Kajari) Humbang Hasundutan satu bulan. Acara serah terima jabatan ini disambut hangat oleh Forkopimda Humbang Hasundutan. “Selamat datang 2026! Mari lanjutkan perjuangan dengan senyum,” ucap Donald, didampingi oleh keluarga, termasuk orangtua, mertua, istri, anak, dan saudara-saudaranya. Dengan pengalaman dan kompetensinya, dia berjanji untuk meningkatkan kinerja Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan dan membawa kemajuan bagi masyarakat.
(Hotman)
Sumber : www.suaratapian.com













