Potretindonesiaterkini.id – Palangka Raya
Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Dirjen Pemasyarakatan Kalimantan Tengah Leonard Silalahi, A.md, IP, S.H, M.H didampingi beberapa staff menerima kedatangan Koalisi Ormas Dayak Frans Sambung dan rekan-rekan Pada Jumat 13 Maret 2026.
Frans Sambung sebagai orangtua dari Hendra Warga Binaan Pemasyatakatan (WBP) yang alami pengeroyokan para narapidana beberapa waktu lalu.
Pertemuan Frans Sambung ke Kanwil Dirjenpas dalam rangka menanyakan kelanjutan permohonan perhatian untuk WBP atas nama Hendra Sambung untuk ditempatkan di sel yang Layak. Diketahui sebelumnya bahwa Hendra korban pengeroyokan oleh warga binaan ditempatkan di sel yang dinilai pihak keluarga tidak layak. “Anak saya dalam kondisi pemulihan kesehatan akibat pengeroyokan perlu diperhatikan sel yang manusiawi atau di Klinik”, ungkap Frans.
Mendengar permohonan Frans, Leonard sampaikan akan mencari solusi terbaik untuk pemindahan sel untuk Hendra Rutan. “Di Rutan tidak ada namanya “Sel Tikus” yang ada sel pengamanan,” ungkapnya. Leo juga mengungkapkan masalah keamanan WBP menjadi perhatian. “Keadaan interaksi sesama warga binaan memang tidak bisa terpantau oleh petugas”, ujarnya.
Frans Sambung juga mengungkapkan bahwa pihak Polresta Palangka Raya masih dalam proses penyidikan dengan penetapan 2 (dua) tersangka.
Dengan kondisi yang demikian Frans Sambung meminta Pihak Kanwil Dirjen Kemenimipas untuk menempatkan Hendra di Sel yang layak di Rutan kelas II A Palangka Raya dan tidak dikembalikan ke Lapas. “Saya khawatir keselamatan Hendra bila dikembalikan ke Lapas mengingat Pengeroyokannya berakibat fatal, harap Frans.
Frans berpandangan bila di Lapas sudah ada pengeroyokan sangat dimungkinkan ada pihak-pihak di Lapas yang sewaktu-waktu mengancam keselamatan Hendra.
Dilaporkan oleh Endharmoko













