Menutup 2025 : VISI Presiden Prabowo KUAT – TEREDUKSI kabinet TAMBUN. 

Opini34 Views
banner 468x60

Penulis : Dra. Alida Handau Lampe Guyer. Msi

Potretindonesiaterkini.id

banner 336x280

Tahun 2025 bisa dibaca Pemerintahan Presiden Prabowo membangun FONDASI bernegara. NEGARA KUAT dibangun atas dasar STABILITAS dan KEDAULATAN.

Negara tampil kembali sebagai AKTOR SENTRAL bukan hanya sekedar REGULATOR pasif.

Visi Presiden Prabowo Pancasila sebagai dasar IDEOLOGIS bukan hanya sekedar simbol, tapi alat INTEGRASI nasional.

Kedaulatan nasional dipahami secara SUBSTANTIF.

Agenda Ketahanan Pangan tidak lagi diberlakukan sebagai KOMODITAS tapi sebagai instrumen kedaulatan.

Program MBG memperkuat wajah Welfare State, Sekolah Rakyat memperkuat Sumber Daya Manusia, Koperasi Merah Putih penyeimbang Korporasi Besar.

Pemberantasan Korupsi hingga PENERTIBAN kawasan HUTAN,TAMBANG dan KEBUN SAWIT bermasalah menunjukan keberanian Prabowo menetapkan PRIORITAS.

Langkah ini TEPAT sebagai KOREKSI atas SERAKAHNOMIC model pembangunan EKSTRAFTIF ala rezim JOKOWI yang memperlebar JURANG sosial serta melahirkan KONFLIK AGRARIA dan KERUSAKAN EKOLOGIS.

Tapi masalahnya bukan pada VISI, tapi kapasitas KOLEKTIF kabinet untuk mengeksekusi visi Presiden secara cepat, tepat, disiplin dan terkoordinasi

Fakta menunjukan MESIN KABINET masih belum SEPADAN. Pelaksanaan dilapangan sering TERSENDAT karena struktur kabinet TAMBUN tumpang tindih kewenangan, tidak EFISIEN, tidak KOMPETEN dan penuh konflik kepentingan.

Kabinet TAMBUN membuat LAMBAN dan MAHAL, birokrasi berlapis, kewenangan kabur saling beririsan.

Dalam konteks ini negara terlihat KUAT, tapi RAPUH dalam detail EKSEKUSI.

Visi NEGARA kuat Presiden Prabowo TEREDUKSI oleh kompromi politik terpaksa dalam penyusunan KABINET/penyelenggara negara.

Kabinet Merah Putih lebih sebagai representasi KOALISI dan TITIPAN bukan sebagai instrumen KERJA.

Paradoks ini sungguh sangat berbahaya. VISI negara KUAT bisa RUNTUH.

Mengawali tahun 2026 dibutuhkan ZAKEN KABINET. Birokrasi RAMPING.

Penyelenggara negara PATUH, disiplin dan tertib pada satu komando kebijakan Presiden. State-Centered dan Command-Driven.

Tanpa PEROMBAKAN SERIUS dan MENYELURUH, baik melalui penyederhanaan STRUKTUR, evaluasi kinerja MENTERI dan PENGUATAN lintas SEKTOR – Negara KUAT dan Rakyat Berdaulat hanya berakhir di RETORIKA.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *