Papua Baraat – Potretindonesiaterkimi.id
Kementerian Agama RI akan menggelar kembali Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, 18 – 28 Juni 2026. Dalam Kick Off yang selenggarakan di Kantor Kementerian Agama Jl. MH Thamrin, Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pentingnya untuk menjaga kekhusyukan ditengah kesemarakan agar tetap terjaga suasana rukun.
“Kesemarakan pesta nyanyain harus tetap menjadi bagian dari syiar. Nyanyi sangat penting dalam kekristenan. Dengan nyanyian, ada penyembahan. Melalui pelaksanaan Pesparawi ini besar harapan saya agar menjadi pemersatu bagi seluruh umat selama 10 hari penyelenggaraan,” ujar Nasaruddin Umar mengawali sambutannya.
Dalam kesempatan ini Nasaruddin Umar mengatakan indeks kerukunan umat beragama Indonesia menunjukkan tren yang semakin baik dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, capaian tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa dan negara.
“Pelaksanaan Pesparawi yang menghadirkan 38 kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia menyatukan keberadaan umat dari berbagai daerah. Dengan demikian, akan banyak melibatakan lebih dari 8000 orang. Dan saya berharap agar perbedaan yang ada biarlah tetap berbeda. Yang sama biarlah tetap sama, karena ini yang menjadi ciri Indonesia tetap rukun.”
Hadir, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Jacob Fonataba, serta jajaran panitia, pimpinan aras gereja nasional, Pengurus Lembaga Pengembangan PESPARAWI Nasional, pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. Forum ini diikuti juga secara daring oleh para Kepala Bidang/Pembimbing Masyarakat Kristen se-Indonesia dan pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari seluruh Indonesia.
Mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung mengajak seluruh pihak yang turut berpartisipasi untuk membangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), gereja-gereja, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional.
“Seluruh tahapan persiapan dan pengorganisasian Pesparawi Nasional telah dimulai. Kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” ujar Jeane Marie Tulung.
Pelaksanaan Pesparawi Nasional 2026 nantinya akan dipertandingkan dalam 12 kategori lomba yang menampilkan kekayaan seni paduan suara dan musik gerejawi dari berbagai daerah. Akan ada juga berbagai pameran, atraksi budaya, panggung hiburan, pemasangan umbul-umbul, hingga kehadiran tokoh agama dan seniman dari berbagai daerah.
GROo



















