Ada hari-hari di mana kita merasa lelah bukan karena kurang iman,tetapi karena terlalu lama menahan beban hidup sendirian.
Kita tetap berjalan, tetap tersenyum, tetap menjalani tanggung jawab,padahal di dalam hati, tenaga sudah hampir habis.Firman Tuhan tidak berkata bahwa kekuatan diberikan kepada yang paling kuat, paling siap, atau paling mampu. Firman justru berkata: kepada yang lelah. Ini mengingatkan saya bahwa Tuhan tidak menunggu kita tampak baik-baik saja.
Dia tidak menunggu kita selesai berjuang. Dia bekerja justru ketika kita berani jujur di hadapan-Nya dan berkata,“Tuhan, aku lelah.”
Mengakui kelelahan bukan tanda kelemahan. Itu adalah langkah iman mengakui bahwa kita membutuhkan Tuhan.
Dan di situlah kekuatan baru diberikan,bukan selalu untuk mengubah keadaan,tetapi untuk menopang kita melewati keadaan itu.
Jika hari ini kamu merasa lelah,ingatlah: Tuhan melihat, Tuhan peduli,dan Dia setia memberi kekuatan tepat pada waktunya.
@highlight













