Potretindonesiaterkini.id – Jakarta
Pembaruan Universitas Kristen Indonesia (UKI) secara berkelanjutan terus dilakukan. Setelah masa bakti Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA., dengan program UKI UNGGUL, UKI berhasil melakukan perbaikan diberbagai struktur. Pencapaian sepuluh tahun yang membuat UKI kembali dilirik sebagai sarana pendidik berkelanjutan bagi masa depan generasi bangsa.
Kini dibawah kepemimpinan sebagai Rektor Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., untuk lima tahun mendatang, visi UKI EMAS untuk menghasilkan lulusan yang berintegritas, memiliki kompetensi kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing lulusan serta memperluas peran UKI di tingkat nasional dan internasional.
Prof. Angel Damayanti sebagai rektor perempuan pertama di UKI dalam sambutan pelantikannya sebagai Rektor UKI menjelaskan bahwa UKI EMAS upaya berkelanjutan dari capaian kampus selama ini dan tantangan dunia pendidikan tinggi di masa mendatang. “Arah kebijakan UKI EMAS dirumuskan agar menjadi kompas transformasi pada nilai Kristian, komitmen pelayanan dan Pancasila.”
“Dalam perjalanannya waktu, konsep tersebut kemudian dirumuskan menjadi empat pilar utama, yakni EMAS yang terdiri dariu Empowerment, Meaningful, Agile dan Sustainable.
Konsep UKI EMAS merupakan simbol nilai tinggi, layaknya harga emas yang terus meningkat. Hal tersebut dimaknai sebagai harapan agar UKI memiliki daya jual yang kuat di tengah persaingan perguruan tinggi,” ujar Prof Angel dalam sambutannya di Auditorium Graha William Soeryadjaya UKI Jakarta, Jakarta Timur, Jumat.
Empowerment, menekankan penguatan kapasitas seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus. UKI menempatkan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai prioritas utama. Meaningful, menegaskan bahwa UKI tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga dampak sosial. UKI harus berdampak bagi masyarakat, gereja, bangsa, bahkan dunia. Agile, UKI harus adaptif, gesit dan responsif terhadap perubahan. Dinamika global, perkembangan teknologi, serta kebutuhan industri menuntut perguruan tinggi untuk terus bergerak cepat membaca peluang. Sustainable, menekankan pentingnya keberlanjutan institusi dalam jangka panjang. UKI harus mandiri secara finansial, tata kelolanya sehat, dan terus berkembang.
“Visi UKI EMAS dengan menghasilkan lulusan dengan daya saing global, berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi.
Untuk mendukung itu, UKI akan memperkuat pembelajaran berbasis praktik, memperluas akses magang, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam riset dan pengabdian masyarakat, penguatan literasi digital, kemampuan bahasa asing serta “soft skills” dalam strategi pengembangan mahasiswa,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Angel menegaskan bahwa kepemimpinan ini bukan sekadar kehormatan, melainkan panggilan pelayanan sesuai motto UKI, “Melayani, bukan dilayani.”
Dalam mendukung UKI EMAS, segenap civitas dan Pengurus Yayasan UKI akan mendukung suksesnya program ini. Hal ini ditegaskan Ketua Pengurus Yayasan UKI, David Maruhum Lumban Tobing bahwa yayasan dalam mendukung pengembangan kampus, khususnya dalam memperkuat mutu pendidikan dan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
“UKI merupakan salah satu universitas swasta tertua di Indonesia dan dikenal memiliki keunggulan. Kami akan terus mendukungan yayasan terhadap kepemimpinan Rektor UKI, Prof Angel Damayanti. Kami berharap, terpilihnya rektor baru menjadi momentum penting untuk mendorong kemajuan universitas di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi.”
Alumni Berprestasi
Sebagai akademisi perempuan dengan pengalaman nasional dan internasional, Prof. Angel. dikenal luas melalui kontribusinya dalam isu keamanan global, kebijakan publik, dan hubungan internasional. Ia pernah menjadi Panelis Debat Capres Ketiga Tahun 2024 bidang pertahanan dan keamanan, serta aktif sebagai Analis Utama dan Reviewer pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain mengajar di Program Studi Hubungan Internasional UKI, Prof. Angel juga menjadi dosen pada Program Doktoral Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK) dan Program Magister Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).
Ia kerap menjadi narasumber di berbagai kementerian dan forum diplomatik, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kepolisian Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara, serta forum yang melibatkan Kedutaan Besar Amerika Serikat, India, dan Tiongkok. Prof. Angel juga merupakan alumni Program Studi Hubungan Internasional UKI. Perjalanan akademiknya dari mahasiswa, dosen, dekan, hingga Guru Besar dan kini Rektor mencerminkan kesinambungan nilai dan tradisi akademik UKI serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni bahwa UKI adalah ruang pertumbuhan dan kaderisasi pemimpin.
Pelantikan yang diri awali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Binsar Pakpahan, turut hadir seluruh civitas UKI, Pengurus Yayasan UKI, pimpinan gereja PGI, keluarga besar dan tamu undangan lainnya.
(Gro)



















