Ev. Hardyanto Dede, Menjalani Panggilan Tuhan Melalui Doa, Pujian dan Penyembahan, Memberitakan Kabar Baik

Daerah, Nasional149 Views
banner 468x60

Potretindonesiaterkimi.id – Palangka Raya

Pelayanan penginjilan yang dipimpin Ev. Hardyanto Dede terus menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir, ia menerima undangan pelayanan dari sejumlah wilayah, dengan kehadiran jemaat yang mencapai ribuan orang.

banner 336x280

Saat ditemui usai melayani di GKE Sakatik, Palangka Raya, Minggu (8/3/2026), Ev. Dede menyampaikan bahwa salah satu pelayanan yang paling berkesan baginya terjadi di Papua.

“Pelayanan di Papua menjadi salah satu yang sangat berkesan. Saat itu dihadiri tidak kurang dari 20.000 jemaat,” ujarnya.

Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan kembali melayani di Sulawesi Utara, yakni 10 Maret 2026 di GOR Kota Bitung dan 11 Maret 2026 di Kota Manado.

Awak Media Bersama Ev. Dede (Minggu 8/3)

Menurut Ev. Dede, dalam setiap pelayanan yang dilakukan, banyak jemaat yang menyampaikan kesaksian mengalami perubahan dalam kehidupan mereka.

“Tidak sedikit jemaat yang mengalami mujizat setelah didoakan. Ada keluarga yang dipulihkan dan berbagai persoalan hidup yang menemukan jalan keluar. Kuncinya adalah yakin bahwa Tuhan menjawab doa,” ungkapnya.

Ev. Dede menekankan bahwa doa harus disertai keyakinan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

“Berdoa kepada Tuhan tidak bisa setengah hati. Harus sungguh-sungguh dan percaya penuh,” katanya.

Dari Pengusaha Menjadi Pelayan

Ev. Hardyanto Dede mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa hidupnya akan dipakai untuk melayani banyak orang di berbagai daerah di Indonesia. Diketahui, ia juga berprofesi sebagai pengusaha.

Melalui media sosial seperti TikTok, Facebook dan YouTube dengan akun @Hardyanto Dede, ia juga kerap mengadakan siaran langsung berisi doa bersama serta pujian dan penyembahan yang diikuti oleh jemaat dari berbagai daerah.

Putra Dayak Asal Lamandau

Ev. Dede merupakan putra Dayak, anak bungsu dari enam bersaudara yang berasal dari Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan bahwa pelayanannya tidak bertujuan mendirikan gereja tertentu, melainkan melayani jemaat dari berbagai latar belakang gereja.

“Pelayanan saya bukan untuk mendirikan gereja, tetapi untuk semua jemaat tanpa memandang dari gereja mana,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan kerinduannya agar para hamba Tuhan dari berbagai aras gereja di Indonesia dapat bersatu sebagai satu tubuh Kristus untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.

Pelayanan Tanpa Membebani Jemaat

Dalam setiap perjalanan pelayanan di luar Kalimantan, Ev. Dede membawa tim sekitar delapan orang dan seluruh biaya perjalanan ditanggung secara mandiri.

Ia menuturkan, dalam beberapa pelayanan seperti di Manado dan Papua, jumlah jemaat yang hadir bahkan mencapai lebih dari 10 ribu orang, meskipun tanpa penyediaan konsumsi atau hadiah.

“Kalaupun ada, biasanya itu merupakan pemberian dari jemaat atau dukungan pemerintah setempat,” jelasnya.

Ev. Dede berharap para hamba Tuhan di Indonesia dapat semakin bersatu dan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat bagi masyarakat luas.

“Harapannya pelayanan ini dapat menjadi berkat dan menghadirkan pemulihan bagi banyak orang,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *