Pasangkayu – Potretindonesiaterkini.id
Ibadah Paskah jemaat GSJA Shalom Martajaya pada hari Minggu, 5 April 2026 berlangsung dengan penuh sukacita di Pantai Koa-Koa Kayumaloa. Keindahan alam dengan deburan ombak dan hembusan angin pantai menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus penuh damai, menambah makna dalam perayaan kebangkitan Kristus.
Sejak awal hingga akhir ibadah, jemaat tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Pujian dan penyembahan dipimpin oleh Ibu Hermin Kalipung, yang membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan melalui lagu-lagu Paskah yang penuh pengurapan dan sukacita.
Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Pdt. Mariani Sitorus, S.Pdk., S.Th dengan tema “Yesus Bangkit”, yang diambil dari Matius 28:5-6:
“Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit…”
Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa kebangkitan Yesus adalah kabar kemenangan yang mengubah segalanya. Tanpa kebangkitan, iman menjadi sia-sia, sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 15:19-20. Namun karena Kristus telah bangkit, setiap orang percaya memiliki pengharapan, kehidupan, dan masa depan yang pasti.
Adapun poin-poin penting yang disampaikan dalam firman Tuhan antara lain:
Yesus Bangkit: Kematian Dikalahkan
Kubur yang tertutup dan batu yang besar tidak mampu menahan kuasa Tuhan. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa tidak ada yang terlalu sulit atau “mati” untuk dipulihkan oleh Tuhan.
Yesus Bangkit: Harapan Dipulihkan
Murid-murid yang sempat diliputi ketakutan dan keputusasaan dipulihkan kembali. Kebangkitan Kristus membuka jalan bagi pengharapan baru bagi setiap orang percaya.
Yesus Bangkit: Air Mata Diubah Menjadi Sukacita
Seperti Maria Magdalena yang datang dengan air mata, namun pulang dengan sukacita setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Tuhan sanggup mengubah dukacita menjadi kebahagiaan.
Yesus Bangkit: Memberi Hidup yang Baru
Dalam 2 Korintus 5:17 ditegaskan bahwa yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Kebangkitan Kristus menjadi awal dari kehidupan yang diperbarui.
Suasana ibadah semakin mendalam ketika jemaat merespon firman Tuhan melalui doa dan penyembahan. Banyak jemaat merasakan jamahan kasih Tuhan, mengalami pemulihan, serta dikuatkan secara pribadi.
Salah satu jemaat, Santo, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kebangkitan Yesus Kristus. Ia mengungkapkan bahwa ibadah Paskah di pantai ini tidak hanya menjadi momen rohani yang menguatkan iman, tetapi juga mempererat hubungan antar jemaat. Ia berharap ke depannya kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, sehingga jemaat dapat beribadah sekaligus menikmati kebersamaan sambil refreshing di pantai setelah ibadah.
Pelaksanaan ibadah Paskah di alam terbuka ini menjadi pengalaman yang berkesan, sekaligus mempererat kebersamaan jemaat. Di tengah keindahan ciptaan Tuhan, jemaat diingatkan bahwa kebangkitan Kristus membawa hidup baru dan pengharapan bagi semua orang.
“Kristus telah bangkit, dan di dalam Dia kita memiliki hidup yang baru.”
(EL)
Biro Sulbar
Editor : Endharmoko



















